_______ _______

_____ _____

18 November, 2008

Bahan Pembuat Ramuan: Fungsi dan Cara Mengolahnya by Mark G. Gouttorde

Bahan-bahan Ramuan dan Cara Penanganannya
Oleh: Mark Gouttorde
Asrama/Tingkat: Ravenclaw/ Tahun Pertama
Tahun Ajaran: 1975-1976

I. Pendahuluan
Ilmu membuat ramuan bukanlah ilmu yang mudah dipelajari dan bisa dikuasai dalam waktu 10 menit. Dalam membuat ramuan dibutuhkan waktu, kesabaran, dan ketelitian tinggi, si pembuat ramuan harus terbiasa dengan hal-hal tadi. Kecerobohan sedikit saja bisa membuat perbedaan yang besar sekali, adukan ramuan harus pas, perlahan, dan tidak terburu-buru. Begitu pula dengan bahan-bahan yang digunakan. Bahan ramuan merupakan bahan, baik berasal dari tumbuhan maupun bagian tertentu dari binatang, yang digunakan dalam suatu pembuatan ramuan. Takaran yang diambil harus tepat, tidak boleh lebih atau kurang. Bahan harus dimasukkan sesuai urutan yang seharusnya, kalau tidak ramuan akan gagal total, atau malah menimbulkan kerusakan pada kuali. Bahan yang digunakan dalam pembuatan ramuan pun bermacam-macam; beberapa bahan harus diolah terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kuali, beberapa lainnya dapat langsung dimasukkan ke dalam kuali tanpa perlu diolah.

II. Pembahasan
Berikut pembahasan mengenai beberapa bahan ramuan dasar:

1. Nettles—Jelatang
Selama dua abad terakhir, jelatang telah banyak digunakan sebagai obat-obatan. Jelatang mempunyai pengaruh yang menguntungkan bagi jaringan tubuh; mencakup paru-paru, ginjal, kulit, dan darah. Jamu jelatang juga dikenali sebagai kemampuannya untuk menghentikan pendarahan, atau menyembuhkan iritasi kulit. Jamu jelatang dianggap sebagai pembersih-darah paling sempurna. Nettle tea—teh jelatang dapat memperlancar dan meningkatkan ASI pada ibu menyusui. Secara eksternal, teh ini dikatakan dapat menghilangkan jerawat dan eksema. Jelatang yang dikeringkan berguna untuk menghentikan pembentukan bopeng/keropeng pada luka kecil, karena inilah jelatang yang dikeringkan juga digunakan sebagai bahan dalam membuat Ramuan Penyembuh Bisul.

Jelatang paling baik bila dikumpulkan di awal musim, Februari sampai April, tergantung lokasi. Gunakan sarung tangan (paling baik sarung tangan karet) ketika mengambil dan menangani jelatang segar. Komponen yang mudah menguap dapat dinetralkan dengan panas (dapat dengan cara dimasak atau dikeringkan). Keringkan jelatang pada suhu rendah. Ketika dikeringkan, beri jarak antara daun dan batangnya (tidak boleh menempel daun pada batang). Jelatang akan kering kira-kira 8-12 jam.

Setelah dikeringkan, jelatang dapat digunakan dalam Ramuan Penyembuh Bisul. Tidak perlu penanganan apa-apa lagi karena jelatang sudah dikeringkan, jelatang tinggal dimasukkan secara utuh, tidak perlu dipisah-pisah, ke dalam kuali.

2. Porcupine Quills—Duri Landak
Duri landak terdapat bermacam-macam, tergantung dari jenis spesiesnya. Ketajaman duri landak setajam jarum, akan terlepas dengan sangat mudah dan tetap menempel pada si penyerang. Meskipun begitu, duri landak tetap mampu menembus kulit hewan dan manusia bahkan setelah mati.

Duri landak juga mudah sekali meledak, karena itu sebaiknya jauhkan duri landak dari api agar tidak terjadi ledakan—karena ini pula duri landak dimasukkan paling akhir setelah kuali diangkat dari atas api dalam pembuatan Ramuan Penyembuh Bisul. Ledakan ini dapat mengeluarkan asap hijau beracun, mendesis nyaring, membuat sol sepatu berlubang, membuat kuali bocor dan menyebabkan tumbuhnya bisul di kulit yang terkena ramuan gagal tersebut. Tidak ada penanganan khusus pada duri landak, duri landak tidak perlu direbus atau diapakan, tinggal masukkan saja ke dalam kuali setelah kuali diangkat dari atas api. Tempat penyimpanan, seperti bahan-bahan ramuan lainnya; simpan saja di botol kering dan tertutup.

3. Snake Fang—Taring Ular
Walaupun semua ular mempunyai gigi, empat deret di atas dan dua di bawah, tidak semua ular mempunyai taring, hanya ular beracun saja yang mempunyai taring. Ketika ular menggigit, bisa dilepas dan mulai bekerja seketika untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa. Dan bila pada suatu waktu taring ular hilang atau patah. Akan tumbuh taring yang lainnya. Tentu saja tidak jadi masalah bila taringnya dicabut karena akan tumbuh taring yang lain. Bila ingin mencabut taring langsung dari ularnya, akan lebih baik bila ular dibius terlebih dahulu, demi menghindari risiko tergigit, apalagi kalau ular yang akan diambil taringnya adalah ular berbahaya memang apa peduliku?.

Dalam pembuatan ramuan, taring ular biasanya terlebih dahulu dikeringkan (bisa juga dengan cara dibakar) dan baru setelah itu bisa dihaluskan (agar proses penghalusan dapat berjalan mudah), dapat dengan cara ditumbuk-tumbuk. Taring ular setelah ditumbuk harus benar-benar halus, menyerupai serbuk, dan berwarna abu-abu dan putih, baru setelah itu digunakan dalam ramuan, tapi tentu saja, tetap sesuai takaran. Bila berlebih, atau bubuk taring ular mempunyai sisa, dapat disimpan dalam botol kering bertutup rapat, sehingga bisa digunakan lagi sewaktu-waktu bila dibutuhkan.

III. Penutup
Secara keseluruhan, bahan-bahan ramuan memerlukan beberapa penanganan khusus sebelum digunakan dan ketika diambil; seperti jelatang yang harus dikeringkan, atau ular yang harus dibius sebelum taringnya diambil. Penanganan tersebut diperlukan demi kesuksesan ramuan yang dibuat, dan juga demi kemaksimalan efek ramuan itu sendiri. Bila tidak, maka akan dapat menimbulkan berbagai kejadian yang tak menguntungkan; seperti berlubangnya kuali ketika duri landak dimasukkan ke dalam kuali yang belum diangkat dari atas api, karena ini termasuk pemborosan biaya juga tapi kalau uangmu habis pun aku tak akan repot-repot untuk peduli. Meski begitu, ada beberapa bahan ramuan yang penanganannya tidak sulit sama sekali (biasanya digunakan dalam ramuan-ramuan sederhana), dan ada pula beberapa bahan ramuan yang penanganannya butuh ketelitian tinggi (biasanya digunakan dalam ramuan-ramuan rumit yang juga butuh ketelitian tinggi).

IV. Referensi
Cairan dan Ramuan Ajaib, oleh Arsenius Jigger
Seribu Satu Tanaman Obat dan Jamur Ajaib, oleh Phyllida Spore

Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home