_______ _______

_____ _____

23 March, 2008

Ramuan Penyembuh Bisul by Andrea Lovely

Andrea Lovely
Gryffindor

RAMUAN PENYEMBUH BISUL

Alat:
Satu set kuali standar untuk murid tahun pertama berikut perlengkapan ramuan, contohnya ulekan, dan timbangan.
Beberapa wadah yang landai (ceper)
Kuali cadangan (jikalau kuali yang sebelumnya bocor)

Bahan-bahan yang dibutuhkan:
1. Dried nettles – Jelatang yang sudah dikeringkan
2. Crushed snake fang – Taring ular yang sudah dihaluskan
3. Stewed horned slugs – Siput bertanduk yang sudah direbus
4. Porcupine quills – Duri landak

Cara Saya Membuat Ramuan Penyembuh Bisul:
1.Pertama, saya menyalakan api, meletakkan kuali di atasnya – yang tentunya sudah diisi dengan air terlebih dahulu. Air di dalam kuali saya tunggu hingga mendidih dan aliran panas secara konveksi dari api di bawahnya sudah merata.
2.Kedua, giliran siput bertanduk, siput lucu ini belum direbus, sehingga ketika air di dalam kuali sudah mendidih, saya langsung celupkan saja siput malang ini ke dalam air yang bergolak.
3.Selagi menunggu siput bertanduk tersebut mati karena panas, dan otot-otot tubuhnya mengendur, saya berusaha menghancurkan taring ular yang harus ditumbuk terlebih dahulu. Sungguh, membutuhkan waktu yang lama untuk menghaluskan taring tersebut. Saya sempat menginjak-injaknya, namun, ternyata memang lebih mudah dengan ulekan – yang mana saya lupa bahwa saya memilikinya. Kemudian, saya menampung hasil ulekan tersebut dalam wadah yang ceper.
4.Bahan berikutnya adalah diru landak dan jelatang. Saya lalu menimbangnya – tentu saja dengan timbangan. Duri landak yang saya punya, ada yang bengkok sehingga itu tidak saya gunakan. Lalu, jelatangnya juga.
5.Kemudian, saat siput bertanduk sudah bisa dibilang empuk, api dimatikan dan kuali diangkat. Harus hati-hati karena panas sekali. Dengan adukan, siput malang yang direbus itu ditiriskan ke wadah yang terpisah dari taring ular. Hal ini memudahkan kita untuk mencampurkan seluruh bahan ramuan. Di mana sangat berbeda sekali dengan membuat sup. Karena kuali yang sebelumnya penuh lendir siput yang tersekresi dari tubuhnya, maka kita harus menggantinya dengan kuali yang lain, atau mencucinya hingga bersih.
6.Langkah keenam, masukkan semua bahan ramuan. Saya kebetulan membaca buku Cairan dan Ramuan Ajaib (Arsenius Jigger), bahwa jangan memasukkan duri landak ke kuali bila masih di atas api, karena akan mengeluarkan efek ledakan.
7.Setelah semua bahan ramuan masuk (kecuali duri landak), aduk searah jarum jam – menurut saya lebih baik begini – kira-kira, yeah, 10 kali. Lalu ramuan dalam kuali saya berwarna hijau. Mirip warna katak, sehingga saya memutuskan untuk memutar balik arah saya mengaduknya menjadi berlawanan arah jarum jam. Kemudian, ternyata ramuan berubah warna menjadi hijau yang amat sangat pucat.
8.Matikan api, dan angkat kualinya. Sentuhan terakhir, masukkan duri landak ke dalam kuali. Karena baru mendidih, lebih baik tunggu beberapa menit hingga suhunya menurun. Dan ramuan siap dioleskan.

Tata Cara Mengolah Ramuan yang Benar:
1. Nyalakan api di bawah kuali, setelah sebelumnya kuali itu diisi dengan air yang akan digunakan untuk merebus siput bertanduk.
2. Jerang air sampai mendidih, baru masukkan siput bertanduk ke dalamnya. Butuh waktu untuk menunggu siput bertanduk ini hingga sampai pada keadaan yang memungkinkannya untuk digunakan dalam ramuan.
3. Selagi menunggu rebusan siput bertanduk, hancurkan taring ular dengan menggunakan ulekan. Tampung hasil ulekan (umumnya dalam bentuk bubuk)
4. Timbang duri landak dan jelatang. Untuk mendapatkan ramuan yang bagus, ada baiknya sebelum menimbang dua bahan tersebut, pisahkan mana duri landak dan jelatang yang masih berada dalam kondisi baik dari duri landak dan jelatang yang tidak dapat digunakan. Kualitas bahan jelas mempengaruhi ramuan yang akan dihasilkan.
5. Setelah siput bertanduk siap, angkat kuali tempat merebus siput bertanduk dari api, kemudian letakkan kembali kuali yang sudah dikosongkan dari siput bertanduk (jangan lupa mencuci kuali tersebut sebelum digunakan kembali).
6. Masukkan bahan-bahan ramuan sesuai takaran (kecuali duri landak), dan panaskan di atas api. Api di bawah kuali haruslah api sedang, dan berwarna hijau kemerahan.
7. Kemudian aduk searah jarum jam lima belas kali, nanti ramuannya akan berwarna hijau tua. Tambahkan adukan berlawanan arah jarum jam tiga kali, ramuanmu akan memucat. Teruskan hingga ramuanmu menjadi encer dan berwarna hijau amat pucat.
8. Angkat kuali dari atas api, masukkan duri landak. Sangat tidak disarankan untuk memasukkan duri landak saat kuali masih di atas api mengingat duri landak mempunyai efek ledak jika terkena panas api.
9. Tunggu sampai suhu mendingin, dan ramuan siap digunakan.

Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home