Bahan Pembuat Ramuan: Fungsi dan Cara Mengolahnya by Jessica Shoemaker
Jessica Shoemaker
Slytherin
Slytherin
Essai 10 Jenis Bahan Ramuan dan Penanganannya
I. Kacang Sopophorous
Kegunaan
Sari sopophorous berfungsi untuk mengendurkan penjagaan memori dan 'menidurkan'nya. Namun dalam prakteknya sari dari kacang sopophorous ini dapat di aplikasikan dengan beberapa bahan ramuan lain –mata kumbang hitam, sneezewort, scurvygrass, jahe, bulu Jobberknoll misalnya, yang merupakan bahan dasar untuk membuat ramuan kebenaran.
Cara Penanganan
Kacang ini berbentuk kisut dank eras, jadi penanganannya adalah dengan mengepreknya. Kacang yang telah dikeprek itu akan mengeluarkan cairan yang merupakan bahan ramuan jadi.
II. Akar Valerian
Kegunaan
Tumbuhan Valerian banyak digunakan sebagai bahan utama pembuat ramuan untuk orang-orang yang mengalami susah tidur –insomnia. Dan kegunaan akarnya adalah sebagai bahan dasar suplemen diet (?). Namun seperti halnya kacang sopophorous, akar valerian dapat diaplikasikan dengan bahan-bahan lain.
Cara Penanganan
Penanganan akar Valerian untuk menjadi bahan dasar pembuat ramuan cukup mudah. Kita hanya perlu memotong-motongnya saja menjadi beberapa bagian sesuai dengan kebutuhan. Setelah dipotong rapi maka akar ini siap dicampurkan dengan bahan ramuan lainnya.
III. Athelas
Kegunaan
Banyak digunakan sebagai bahan dasar ramuan penyembuh karena Athelas merupakan salah satu jenis tanaman yang bersifat restorative –menyembuhkan. Menyembuhkan disini dalam artian menyembuhkan luka.
Cara Penanganan
Athelas memiliki kelopak dan daun. Penangananya adalah dengan menumbuk atau merebusnya hingga terbentuk cairan yang nantinya merupakan bahan dasar mentah pembuat ramuan.
IV. Tanduk Kodok
Kegunaan
Tanduk kodok bila diaplikasikan dengan cairan belerang merupakan bahan untuk beberapa jenis salep dan obat luar. Digunakan untuk menghilangkan panu dan korengan. Biasanya cukup efektif.
Cara Penanganan
Dikarenakan teksturnya yang keras maka membelah tanduk kodok terlihat agak sulit dan riskan. Untuk mendapatkan bahan dasar mentahnya adalah dengan membakarnya. Tumbuk arangnya setelah habis terbakar hingga terbentuk dua jenis serbuk, hitam dan putih. Ayak serbuk tersebut maka kita sudah mendapatkan bahan ramuan jadinya.
V. Cairan Belerang
Kegunaan
Cairan belerang sangat bermanfaat sebagai bahan dasar pembuat ramuan penyembuh luka –biasanya luka luar tubuh. Efektif untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit seperti panu, koreng bahkan jerawat.
Cara Penanganan
Bahan jadi ramuan dari cairan belerang adalah cairan belerang itu sendiri. Kita hanya perlu memanaskannya sebelum digunakan bersama bahan ramuan lain. Atau kita bisa memanaskannya hingga menjadi bubuk belerang.
VI. Jelatang
Kegunaan
Jelatang merupakan bahan dasar mentah untuk membuat ramuan penyembuh bisul.
Cara Penggunaan
Untuk menjadikan Jelatang sebagai bahan ramuan jadi, kita tidak perlu melakukan penanganan khusus. elatang yang sudah dikeringkan merupakan bahan ramuan jadi yang dapat langsung kita gunakan sebagai bahan pembuat ramuan.
VII. Taring Ular
Kegunaan
Merupakan salah satu bahan dasar mentah pembuat ramuan penyembuh bisul bersama-sama dengan jelatang, siput bertanduk dan duri landak.
Cara Penanganan
Bahan ramuan jadi dari taring ular ini adalah serbuk halusnya. Jadi penanganan yang perlu kita lakukan adalah dengan menumbuk taring ular tersebut hingga menghasilkan serbuk halus yang merupakan bahan jadi ramuannya.
VIII. Siput Bertanduk
Kegunaan
Salah satu bahan dasar pembuat ramuan penyembuh bisul.
Cara Penanganan
Dengan merebusnya. Siput bertanduk yang sudah direbus pada suhu dan waktu tertentu merupakan bahan ramuan jadi yang kemudian digunakan untuk membuat ramuan.
IX. Duri Landak
Kegunaan
Merupakan salah satu bahan dasar pembuat ramuan penyembuh bisul juga.
Cara Penanganan
Sama seperti Jelatang. Kita tidak perlu melakukan penanganan khusus untuk menjadikan duri landak ini sebagai bahan ramuan jadi. Namun yang perlu diingat, dianjurkan untuk menambahkan/memasukkan duri landak setelah kuali diangkat dari api. Jadi jangan ikut merebus duri landak ini dalam kuali yang masih berada diatas kompor.
X. Aconite
Kegunaan
Sering disebut dengan Monkshood –karena bentuk bunganya yang menyerupai jubah atau tudung rahib atau pendeta, dan Wolfsbane –karena tanaman Aconite diketahui mempunyai efek mematikan bagi manusia serigala, atau paling tidak sebagai ramuan yang meringankan penderitaan werewolf saat mereka bertransformasi. Aconite sendiri memang racun, namun tidak setiap racun berbahan dasar aconite.
Cara Penanganan
Yang sering digunakan sebagai bahan dasar mentah pembuat ramuan adalah akar dan daun dari aconite ini. Kebanyakan memang digunakan sebagai bahan racun. Penanganannya adalah dengan merebusnya.
Kegunaan
Sari sopophorous berfungsi untuk mengendurkan penjagaan memori dan 'menidurkan'nya. Namun dalam prakteknya sari dari kacang sopophorous ini dapat di aplikasikan dengan beberapa bahan ramuan lain –mata kumbang hitam, sneezewort, scurvygrass, jahe, bulu Jobberknoll misalnya, yang merupakan bahan dasar untuk membuat ramuan kebenaran.
Cara Penanganan
Kacang ini berbentuk kisut dank eras, jadi penanganannya adalah dengan mengepreknya. Kacang yang telah dikeprek itu akan mengeluarkan cairan yang merupakan bahan ramuan jadi.
II. Akar Valerian
Kegunaan
Tumbuhan Valerian banyak digunakan sebagai bahan utama pembuat ramuan untuk orang-orang yang mengalami susah tidur –insomnia. Dan kegunaan akarnya adalah sebagai bahan dasar suplemen diet (?). Namun seperti halnya kacang sopophorous, akar valerian dapat diaplikasikan dengan bahan-bahan lain.
Cara Penanganan
Penanganan akar Valerian untuk menjadi bahan dasar pembuat ramuan cukup mudah. Kita hanya perlu memotong-motongnya saja menjadi beberapa bagian sesuai dengan kebutuhan. Setelah dipotong rapi maka akar ini siap dicampurkan dengan bahan ramuan lainnya.
III. Athelas
Kegunaan
Banyak digunakan sebagai bahan dasar ramuan penyembuh karena Athelas merupakan salah satu jenis tanaman yang bersifat restorative –menyembuhkan. Menyembuhkan disini dalam artian menyembuhkan luka.
Cara Penanganan
Athelas memiliki kelopak dan daun. Penangananya adalah dengan menumbuk atau merebusnya hingga terbentuk cairan yang nantinya merupakan bahan dasar mentah pembuat ramuan.
IV. Tanduk Kodok
Kegunaan
Tanduk kodok bila diaplikasikan dengan cairan belerang merupakan bahan untuk beberapa jenis salep dan obat luar. Digunakan untuk menghilangkan panu dan korengan. Biasanya cukup efektif.
Cara Penanganan
Dikarenakan teksturnya yang keras maka membelah tanduk kodok terlihat agak sulit dan riskan. Untuk mendapatkan bahan dasar mentahnya adalah dengan membakarnya. Tumbuk arangnya setelah habis terbakar hingga terbentuk dua jenis serbuk, hitam dan putih. Ayak serbuk tersebut maka kita sudah mendapatkan bahan ramuan jadinya.
V. Cairan Belerang
Kegunaan
Cairan belerang sangat bermanfaat sebagai bahan dasar pembuat ramuan penyembuh luka –biasanya luka luar tubuh. Efektif untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit seperti panu, koreng bahkan jerawat.
Cara Penanganan
Bahan jadi ramuan dari cairan belerang adalah cairan belerang itu sendiri. Kita hanya perlu memanaskannya sebelum digunakan bersama bahan ramuan lain. Atau kita bisa memanaskannya hingga menjadi bubuk belerang.
VI. Jelatang
Kegunaan
Jelatang merupakan bahan dasar mentah untuk membuat ramuan penyembuh bisul.
Cara Penggunaan
Untuk menjadikan Jelatang sebagai bahan ramuan jadi, kita tidak perlu melakukan penanganan khusus. elatang yang sudah dikeringkan merupakan bahan ramuan jadi yang dapat langsung kita gunakan sebagai bahan pembuat ramuan.
VII. Taring Ular
Kegunaan
Merupakan salah satu bahan dasar mentah pembuat ramuan penyembuh bisul bersama-sama dengan jelatang, siput bertanduk dan duri landak.
Cara Penanganan
Bahan ramuan jadi dari taring ular ini adalah serbuk halusnya. Jadi penanganan yang perlu kita lakukan adalah dengan menumbuk taring ular tersebut hingga menghasilkan serbuk halus yang merupakan bahan jadi ramuannya.
VIII. Siput Bertanduk
Kegunaan
Salah satu bahan dasar pembuat ramuan penyembuh bisul.
Cara Penanganan
Dengan merebusnya. Siput bertanduk yang sudah direbus pada suhu dan waktu tertentu merupakan bahan ramuan jadi yang kemudian digunakan untuk membuat ramuan.
IX. Duri Landak
Kegunaan
Merupakan salah satu bahan dasar pembuat ramuan penyembuh bisul juga.
Cara Penanganan
Sama seperti Jelatang. Kita tidak perlu melakukan penanganan khusus untuk menjadikan duri landak ini sebagai bahan ramuan jadi. Namun yang perlu diingat, dianjurkan untuk menambahkan/memasukkan duri landak setelah kuali diangkat dari api. Jadi jangan ikut merebus duri landak ini dalam kuali yang masih berada diatas kompor.
X. Aconite
Kegunaan
Sering disebut dengan Monkshood –karena bentuk bunganya yang menyerupai jubah atau tudung rahib atau pendeta, dan Wolfsbane –karena tanaman Aconite diketahui mempunyai efek mematikan bagi manusia serigala, atau paling tidak sebagai ramuan yang meringankan penderitaan werewolf saat mereka bertransformasi. Aconite sendiri memang racun, namun tidak setiap racun berbahan dasar aconite.
Cara Penanganan
Yang sering digunakan sebagai bahan dasar mentah pembuat ramuan adalah akar dan daun dari aconite ini. Kebanyakan memang digunakan sebagai bahan racun. Penanganannya adalah dengan merebusnya.
Labels: 1972-1973, Bahan Ramuan, Essay Ramuan




0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home